Seminar Biblika Nasional Yayasan Scriptura Indonesia 2026 Bersama Dr. Rita Wahyu
04 Agustus 2026
Dari Teks Asli ke Genggaman: Kitab Suci untuk Semua
Seminar Biblika Nasional Yayasan Scriptura Indonesia
Tangerang, 04 Agustus 2026 — Yayasan Scriptura Indonesia sukses menyelenggarakan Seminar Biblika Nasional bertajuk "Dari Teks Asli ke Genggaman: Kitab Suci untuk Semua" di Moriah Hills, Gading Serpong, Tangerang. Acara yang berlangsung pada pukul 09.00–12.00 WIB ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pelayanan Tuhan, hingga umat dari berbagai latar belakang gereja yang ingin mengenal Kitab Suci lebih dalam.

Seminar ini digagas untuk memberi edukasi bahwa makna teks Kitab Suci dapat bergeser ketika diterjemahkan ke berbagai bahasa, sementara nuansa dan pesan aslinya justru paling terdapat dalam bahasa asli Kitab Suci itu sendiri (Ibrani Aram, dan Yunani). Dahulu, akses terhadap teks asli tersebut hanya terbuka bagi kalangan akademisi dan para teolog. Kini, melalui perkembangan teknologi, siapa pun dapat mempelajarinya langsung hanya dari genggaman tangan.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Yayasan Scriptura Indonesia dengan Sekolah Tinggi Teologi (STT) Moriah dan Moriah Hills.
Tiga Sesi Utama
Kegiatan berlangsung dalam tiga sesi yang saling melengkapi:
- Presentasi oleh Dr. Rita Wahyu Wulandari
- Pengenalan Produk Yayasan Scriptura Indonesia
- Demo dan Promosi Aplikasi Interlinear Scriptura
Acara dibuka dengan pujian yang membawa suasana hangat sebelum sesi utama dimulai.
Sesi 1: Presentasi “Dari Teks Asli ke Genggaman: Kitab Suci Untuk Semua”
Sesi pertama diisi oleh Dr. Rita Wahyu Wulandari sebagai pembicara utama, dengan Jenry E. C. Mandey, Ph.D sebagai moderator. Dalam paparannya, Dr. Rita menekankan pentingnya mempelajari dasar-dasar bahasa Ibrani bagi setiap pengikut Kristus. Ia mengutip pemikiran dari akademisi Eli Lizorkin-Eyzenberg dalam bukunya Jewish Insights into Scripture (Israel Bible Center, 2017), yang menggarisbawahi bahwa orang percaya masa kini adalah ahli waris iman besar dari Abraham, Ishak, dan Yakub bersama bangsa Yahudi, sehingga bahasa dan warisan Israel pun sepatutnya dipelajari dan dinikmati sebagai bagian dari iman itu sendiri.

Dr. Rita juga memaparkan bagaimana era digital telah mengubah wajah studi Kitab Suci secara mendasar. Jika dahulu naskah Kitab Suci dalam bahasa Ibrani, Aram, dan Yunani hanya dapat diakses melalui perpustakaan atau lembaga teologi, kini berbagai perangkat lunak, aplikasi, dan perpustakaan digital memungkinkan setiap orang membaca teks bahasa asli, membandingkan manuskrip, menelusuri makna kata, hingga mempelajari tata bahasa secara mandiri cukup lewat komputer, tablet, bahkan telepon genggam. Pengetahuan yang dahulu dianggap eksklusif kini tersedia bagi siapa saja yang memiliki kerinduan untuk belajar.

Sesi ini berlangsung interaktif, dengan sejumlah peserta mengajukan pertanyaan seputar penerapan pemahaman bahasa asli dalam pembacaan Kitab Suci sehari-hari.

Sesi 2 & 3: Pengenalan Produk dan Demo Aplikasi Interlinear Scriptura
Sesi kedua dan ketiga dibawakan oleh Ps. Jenry E. C. Mandey, Ph.D, yang memperkenalkan berbagai produk Yayasan Scriptura Indonesia sekaligus mendemonstrasikan langsung aplikasi Interlinear Scriptura.

Dalam demo bagian Perjanjian Lama, ditunjukkan sejumlah fitur utama aplikasi, di antaranya:
- Halaman Home — menampilkan nama aplikasi, navigasi, dan detail dari ayat yang dipilih.
- Tombol Navigasi Kitab — memudahkan pengguna berpindah antar kitab dan pasal.
- Teks Hebrew dan Transliterasi — menampilkan teks asli berbahasa Ibrani lengkap dengan cara pengucapannya.
- Terjemahan Bawah — menyajikan terjemahan dalam Bahasa Indonesia tepat di bawah teks asli.
- Morfologi — dapat diklik untuk memunculkan pop-up detail struktur gramatikal kata tersebut.
- Nomor Strong — dapat diklik untuk menampilkan detail referensi nomor Strong dari kata yang dipilih.
Fitur-fitur ini dirancang agar pengguna yang tidak belajar Teologi secara formal sekalipun dapat menelusuri makna asli sebuah ayat tanpa perlu latar belakang akademis di bidang bahasa Kitab Suci.
Apresiasi dan Penutup
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Dr. Rita Wahyu Wulandari selaku pembicara dan kepada Jenry E. C. Mandey, Ph.D., selaku moderator sekaligus pembawa sesi pengenalan produk. Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis di atas panggung dan disambut hangat oleh seluruh peserta yang hadir.
![]()
| ![]() |
Seminar Biblika Nasional ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Yayasan Scriptura Indonesia dalam mendekatkan teks asli Kitab Suci kepada masyarakat luas, bukan hanya bagi kalangan akademisi, melainkan bagi setiap orang yang rindu menggali kekayaan firman Tuhan langsung dari sumbernya.
Nantikan informasi kegiatan dan pengembangan Aplikasi Interlinear Scriptura selanjutnya melalui website scriptura.id, Instagram @scriptura.indonesia, dan kanal YouTube Scriptura Indonesia.
Bagikan

